Tampilkan postingan dengan label SINOPSIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SINOPSIS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juni 2011

MENGUJI VISI


Bagaimana kita bisa menguji apakah sebuah visi itu berasal dari Tuhan?


Jawaban yang paling mudah untuk pertanyaan ini tentu saja adalah dengan menguji apakah visi itu sesuai dengan isi Alkitab. Suatu visi yang berasal dari Tuhan tidak mungkin akan bertentangan dengan Alkitab. Apa yang dicantumkan dalam Alkitab merupakan patokan dan lingkar batasan dimana di dalamnya kita menemukan cara Tuhan memimpin kita.

Masalahnya sekarang bagaimana jika visi yang kita berada di wilayah abu-abu. Atau Alkitab tidak memberikan penjelasan secara gamblang dalam hal ini? Memang tidak semua hal ditulis dalam Alkitab secara jelas dan detail, tetapi Alkitab tetap memiliki prinsip-prinsip yang bisa menjadi patokan, yaitu:

SEMUA VISI YANG BERASAL DARI ALLAH, PASTI AKAN MEMULIAKAN TUHAN.
Janganlah melakukan apa yang tidak memuliakan Allah, meskipun tidak dilarang oleh Alkitab! Visi Kristen harus berada di dalam jalur kebenaran, kesucian, keadilan, dan cinta kasih yang merupakan sifat dari Allah sendiri. Hal-hal ini melingkari kita, sebagai batasan dalam melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

VISI YANG DARI TUHAN BERGUNA UNTUK MEMBANGUN DAN MEMULIHKAN.
Segala sesuatu yang diberikan Tuhan berguna untuk membangun dan memulihkan. Sejak kejatuhan manusia kedalam dosa, Tuhan memiliki rencana besar yang bertujuan untuk memulihkan dan menyelamatkan ciptaan-Nya, oleh karena itulah setiap visi yang diberikan Tuhan baik kecil atau besar pasti akan bergerak selaras dengan tujuan utama Tuhan tersebut.

VISI YANG BERASAL DARI TUHAN TIDAK AKAN MELEBIHI ALLAH.
Jika visi yang Saudara kerjakan ternyata telah merebut tempat dimana Tuhan seharusnya bertahta, jangan perjuangkan visi itu. Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa kita tidak boleh terbelenggu oleh segala apapun yang kita kerjakan. Visi memang penting tapi yang jauh lebih penting untuk kita taati adalah Tuhan, dari mana sumber visi itu berasal.

Diringkas dari sumber:
Judul Buku : Mengetahui Kehendak Allah
Judul : Langkah-langkah Mencari Kehendak Allah
Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong
Penerbit : Pusat Literatur Kristen Momentum, 1999
Halaman : 169 - 182

Jumat, 10 Juni 2011

BEDAH BUKU: THE LEADERSHIP CHALLENGE (PART III-IV)

............cont’id

Bab 3.  Mencari Perluang: Menghadapi  dan Merubah Status Quo
Ketika berfikir tentang pemimpin, kita akan  mengingat  waktu  bergerak,  inovasi, perubahan, dan konflik. Ketika berfikir manajer,  kita  akan  mengingat  kestabilan, harmoni, pemeliharaan, dan kepatuhan. Keduanya mempunyai peran berbeda, tetapi diperlukan  dan  esensial  untuk  menjadikan sistem sosial bekerja. Peran khusus pemimpin adalah untuk mengarahkan kita menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Digunakan metafora  penjelajahan             (journey) untuk mendiskusikan tugas pemimpin. Kata dasar dari lead adalah kata yang berarti to go yang merupakan kata dasar dari   perpindahan. Pemimpin adalah orang yang pergi pertama kali” (go  first),  pioners. Pemimpin dilihat sebagai   jalan   untuk   mengubah rutinitas, berkreasi secara total, revolusi proses baru, dan jalan untuk menggerakkan sistem. Dari kasus dari P. M. Carrigan dari Lakewood,  ada  empat  prinsip  dasar  untuk menjadikan organisasi berkinerja baik, yaitu:
1.      Untuk  berubah,  ambil  resiko,  terima tanggung jawab, dan jadikan akuntabel untuk aksi,
2.      Untuk   diterima   semua   orang, promosikan Kesatuan, kepercaya-an, kebanggaan,   dan   dedikasi,
3.      Untuk mencapai kinerja tinggi, perlakukan  orang dengan bermartabat, kejujuran, dan perhatian, dan
4.      Untuk mempromosikan komunikasi yang baik, jadikan atmosfer komunikasi yang terbuka       dengan kebebasan       untuk mendukung  pengambilan resiko, mendorong menyumbang ide-ide dan bicara terus terang kepada orang  lain   untuk   melangkah   ke   dalam tanpa takut membalasan. Kepemimpinan tidak dapat lepas dari hubungannya dengan  proses inovasi, perubahan, dan perubahan   memerlukan kepemimpinan sebagai penggerak utama untuk   mendorong   penerapan   keputusan stratejik.
Bab 4. Lakukan Eksperimen dan Ambil Resiko
Mencari  peluang  keluar  dari  tradisi memerlukan    kreativitas individu dan pengorganisasian   inovasi. Hal itu berarti bahwa pemimpin harus memiliki   sikap terbuka terhadap ide-ide dan kemauan mendengarkan, mencoba  pendekatan  yang belum teruji, dan menerima resiko. Pemimpin perlu melihat kondisi di luar dengan jalan ke luar atau bertanya pada pelanggan, bekerja, stakeholder jika ingin inovatif. Inovasi penting untuk kesehatan  organisasi agar organisasi tidak terhenti pertumbuhannya. Inovasi adalah makananbagi pengembangan organisasi. Saluran komunikasi yang terbuka adalah prasyarat  agar produk, proses, dan pelayanan yang baru menyebar dalam organisasi. Jaringan komunikasi ibarat vena dan arteri ide baru. Pemimpin dapat mengharapkan keinginan berubah yang datang dalam maupun luar organisasi. Inovasi memerlukan  banyak mendengar dan komunikasi daripada   mengerjakan hal-hal yang rutin. Hanya melalui kontak manusia, perubahan   dan inovasi dapat mencapai efektivitas.
Resiko bersifat inheren dalam setiap kesuksesan inovasi. Jika ingin meningkatkan organisasi,  maka  harus  berani  mengambil resiko. Iklim kerja untuk sukses dicirikan oleh dua hal: (1) sistem imbalan yang pantas atas keberhasilan,  dan (2)  kemauan  mengambil resiko dan bereksperimen dengan ide inovasi. Satu hal penting yang membedakan pemimpin dari birokrat adalah  bahwa pemimpin saluran komunikasi bagi pengembangan organisasi. Saluran   komunikasi   yang   terbuka adalah  prasyarat  agar produk, proses, dan pelayanan yang baru menyebar dalam organisasi.
Tidak mudah untuk menentukan tingkat penerimaan resiko. Bagi  seseorang adalah resiko, sementara bagi yang lain adalah hal  yang bersifat rutin.   Pemimpin perlu mengetahui kemampuan dan motivasi para pengikutnya.  Pemimpin  menetapkan  tujuan yang lebih tinggi dari sekarang secara bertahap  dan  menawarkan  pelatihan  untuk membangun keahlian yang dapat membantu orang melampaui setiap tingkat baru. Kualitas kerja akan meningkat ketika orang  memiliki kemungkinan untuk gagal. Ketika belajar sesuatu yang baru kemungkinan ada kegagalan dan  melalui kegagalan  kita  belajar  sesuatu  yang  baru. Belajar tidak akan terjadi tanpa adanya kesalahan. Ini disebut sebagai trial and error.........................................................to be cont’id

Kamis, 09 Juni 2011

BEDAH BUKU: The Leadership Challenge (Part I - II)

The Leadership Challenge berusaha memberi arah bagaimana para pemimpin dan “calon pemimpin”    alam  mengasah kemampuan  mereka  untuk  memimpin  agar dapat  melakukan  hal-hal  yang  luar  biasa. Buku    ini    membantu    mengembangkan kapasitas anda dalam membimbing orang lain memperoleh  pengalaman  yang  tak  terduga sebelumnya. Selanjutnya, buku ini tidak berbicara mengenai  bagaimana  berada  dalam  posisi (seperti mengandaikan kepemimpinan sebagai suatu  tempat)  namun  mengenai  bagaimana caranya memiliki keberanian dan semangat  untuk membuat perubahan yang signifikan. Penulis   banyak   menghadirkan   cerita   dari orang  biasa,  dari  berbagai  sisi  kehidupan, yang   dianggap   memiliki   kesuksesan   luar biasa.

Tantangan   pertama   kepemimpinan adalah membersihkan pada diri sendiri tradisi dan mitos tentang kepemimpinan. Manajemen tradisional,   misalnya   mengajarkan   untuk mempercayai  bahwa  organisasi  yang  ideal adalah: yang teratur dan stabil, fokus pada jangka   pendek,  emimpin   harus   tenang, menyendiri,    dan    analitis,    kharismatik, pekerjaan           utama Pemim- pin adalah mengontrol,  pemimpin  berada  pada  posisi superior. Buku  ini  adalah  buku  tentang  memimpin orang, tidak hanya mengelolanya. Kepemimpinan „dimulai ketika manajemen „berakhir. Buku yang terdiri dari 13 bab ini hadir  sebagai  alternatif,  berisi  eperangkat praktek  yang  dapat  menjadi  dasar  untuk mengembangkan  pemimpin  generasi baru. Penulis buku ini percaya bahwa anda mampu mengembangkan diri sebagai  pemimpin ke depan. Keuntungan buku ini adalah anda tidak perlu  membaca  bab-bab  secara  berurutan untuk  mendapatkan  pemahaman  yang  baik tentang  kepemimpinan. Meskipun  sudah cukup lama terbitnya, buku ini tetap relevan untuk saat ini.

Bab 1.  Memahami Kepemimpinan
Sebuah perusahaan, NATD, memberikan  contoh  rahasia  suksesannya, yaitu dengan menerapkan  tiga  target: (1) merencanakan  keuntungan  perusahaan, (2)membagi   kekayaan perusahaan (saham) kepada karyawannya, dan (3) pentingnya rasa senang bagi pemegang saham maupun seluruh karyawannya. Kunci utamanya adalah karyawan. Pelanggan mementingkan: mutu pelayanan, dan harga. Jadi   mutu   harusmerupakan prioritas, tetapi bukan berasal dari kontrol kualitas. Mutu harus berada di kepala seluruh karyawan dan dipraktekkan. Tindakan  penting lainnya adlah melihat pentingnya peranan karyawan dalam menjadikan    perusahaan    produktif    dan terpercaya   yang   disebut   dengan “penuh perhatian”,  yaitu  memperlakukan  karyawan secara manusiawi sebagai teman.   Oleh karena  itu,  penting  bagi  pemimpin  untuk endengarkan setiap orang tentang apa yang terjadi, menghabiskan waktu di tengah-tengah
karyawan,    dan    hal-hal    kecil    seperti memperhatikan   kebersihan       ruangan, pengirimi   bunga,   sampai   membayarkan kredit kendaraan untuk karyawan teladan. Apa yang dapat dipelajari dari para pemimpin yang berhasil? Para eksekutif yang
berhasil    mengajak    orang    lain    dalam peranannya    sebagai    perintis, ternyata mengikuti tiga tahapan strategi VIP, yaitu: vision - involvement - persistence.  Visi tidak akan tercapai hanya dengan upaya seorang pemimpin, tetapi perlu keterlibatan dan kerja keras semua pihak.

Menurut Kouzes dan Posner ada lima dasar  praktek  kepemimpinan  dan  sepuluh komitmen yang perlu dilakukan pemimpin, yaitu: (1) menempuh proses yang menantang: memperoleh peluang dan mencoba mengambil resiko, (2)   berinspirasi   untuk berbagi visi: menerawang masa depan dan melibatkan orang lain, (3) membantu orang lain dalam bertindak: menjalin kerjasama dan  memberdayakan  orang  lain, (4)  membuat model alan yang ditempuh: berikan contoh dan rencanakan keberhasilan-keberhasilan kecil, dan (5) memberi semangat: mengakui kontribusi dan merayakan keberhasilan.


 Bab 2.  Apa yang Diharapkan Pengikut dari Pemimpinnya
Kepemimpinan bukan hanya tentang pemimpin, tetapi juga tentang pengikut. Jadi harapan   pengikut       perlu diperhatikan. Pemimpin  yang  dihormati  adalah  mereka yang mempunyai karakter: jujur, kompeten, berpandangan jauh ke depan, dan memberikan inspirasi.   Keempat   hal rsebut secara bersama,   ahli   komunikasi   menyebutnya sebagai   kredibilitas. Ketika pemimpin menerima kredibilitas tinggi dan filosofi yang kuat, pengikut kelihatan senang untuk: (1) Dengan bangga memberitahukan orang lainbahwa  mereka  bagian  dari  organisasi, (2) Membicarakan seluk beluk organisasi dengan temannya, (3) Memperlihatkan bahwa nilai-nilaiyang  dipercaya  sama  dengan  milik organisasi, dan (4) mempunyai rasa memiliki organisasi yang kuat............................................................................................................................(to be cont,id)

Selasa, 07 Juni 2011

RESENSI FILM: FACING THE GIANTS AND FAITH LIKE POTATOES

FACING THE GIANTS 
Facing the Giants menceritakan tentang perjuangan seorang pelatih dan klub american football-nya yang terus terpuruk dalam suatu musim pertandingan. Sang pelatih dilanda persoalan yang ujungnya menyangkut akan hidup matinya klub ini. Persoalan bertambah berat saat keluarganya pun dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka kesulitan memiliki anak. Namun, dalam segala persoalan yang dihadapi itu, sang pelatih mengalami titik balik saat ia kembali mengingat Tuhan dalam hidupnya. Ia menyertakan Tuhan dalam segala aspek dalam hidupnya. Cerita pun mulai berubah suasana. Sejak ia terus membangun hubungan yang intim dengan Tuhannya, kerap kali ia mendapatkan inspirasi tentang bagaimana ia harus mengelola dan memimpin timnya. Ia berhasil pula menginspirasi dan memimpin timnya untuk tidak mudah menyerah dan melakukan yang terbaik saat pertandingan.

FAITH LIKE POTATOES  

Faith like Potato merupakan film yang mengisahkan seorang petani yang amat bersandar dan percaya kepada Tuhannya. Berkali-kali ia mengalami tantangan dalam mengembangkan pertaniannya di Afrika demi kesejahteraan orang Zambia di lingkungan pertaninannya. Sebanyak ia melakukan usahanya untuk mengembangkan pertaniannya, sebanyak itu pula kegagalan ia alami.Dalam kegalauan hatinya, ia kembali kepada Sang Khalik. Ia sadar bahwa tanpa penyertaanNya, tak mungkin ia berhasil dalam pekerjaannya itu. Kesadaran itu memimpinnya untuk mempelajari tentang apa pesan Tuhan bagi dirinya secara pribadi dan pekerjaannya. Perjalanan menuju keberhasilan tidaklah semudah yang dibayangkan. Walaupun ia telah 'bertobat' dari cara dan sikap hati yang salah, namun tantangan terus berdatangan. Namun, semakin besar tantangan yang dihadapinya, semakin besar mujizat yang terjadi dan yang dipertontonkan pada banyak orang. Kepercayaannya kepada Tuhan menjadi modal utama saat ia memutuskan untuk menanam kentang di suatu musim tanam yang sebenarnya dilanda kekeringan panjang. Tak satu tetes airpun mengalir di ladangnya, tetapi mujizat tetap terjadi karena iman percayanya telah menjadi air dan pupuk yang subur di ladangnya.

Suatu kisah nyata yang inspiratif dan menantang iman percaya kita juga. Kemustahilan adalah pintu yang Tuhan pakai untuk kita masuk dalam kebahagiaan, asalkan kunci iman itu kita gunakan untuk membukanya. Film ini sangat layak ditonton bersama rekan-rekan sekerja dan sekeluarga.Dua film ini menggambarkan sekolah kehidupan yang dengan keras mendidik manusia.

Selamat menikmati film yang berkualitas.

Blog Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...